Alasan Sword Art Online Hollow Fragment Lebih Baik dari Lost Song

gamesandroid.org – Bagi kalian pecinta anime sword art online tentunya kalian semangat untuk memainkan game ini bukan? terdapat beberapa jenis game sword art online seperti SAO Hollow Fragment atau SAO Lost Song. Mana yang lebih menarik bagi anda ? Bagi saya Hollow Fragment lah yang lebih baik. berikut ulasan dan alasan mengapa Hollow Fragment lebih baik dari Lost Song.

Kualitas Artwork

Hal pertama yang menurut saya terasa downgrade di SAO: Lost Song adalah kualitas artwork di dalamnya. SAO: Hollow Fragment punya begitu banyak ilustrasi keren, dengan lineart yang sangat rapi serta resolusi tajam. Tak hanya gambar potret karakter saja, ilustrasi background juga ditampilkan dengan detail dan terpoles indah.

Coba bandingkan dengan SAO: Lost Song. Lineart yang digunakan tidak tajam, kurang tegas, malah kadang terlihat buram. Penggambaran mata dan mulut juga monoton, sehingga semua karakter seperti punya muka yang sama. Gambar background pun kalah detail dibanding SAO: Hollow Fragment. SAO: Lost Song malah lebih sering mencomot lingkungan 3D dalam game sebagai background.

Saya hobi menyimpan screenshot, jadi bagi saya SAO: Hollow Fragment adalah surga. Banyak sekali ilustrasi SAO: Hollow Fragment yang saya jadikan wallpaper PS Vita karena begitu bagus. Sebaliknya, dari empat ratus lebih screenshot SAO: Lost Song yang saya punya, cuma satu yang saya anggap layak jadi wallpaper. Itu pun hanya karena gambarnya Sinon.

Baca Juga : Fakta dari Clash Of Clans yang Jarang Diketahui

Pertarungan Menyerupai MMORPG

Sword Art Online adalah cerita berlatar dunia MMORPG, jadi sudah sepatutnya game Sword Art Online punya sistem mirip MMORPG juga. Gaya pertarungan SAO: Hollow Fragment mungkin aneh bagi mereka yang tak pernah main MMORPG. Tapi penggemar MMORPG seperti World of Warcraft tidak akan merasa asing.

Pertarungan SAO: Hollow Fragment berkisar pada sistem auto attack, manajemen aggro, serta manajemen cooldown skill. Sistem Burst dan Risk menjadi patokan untuk mengatur waktu menyerang, sementara sistem Switch sangat menentukan kapan waktunya mundur. Unsur-unsur khas game online seperti mobbing dan raid boss juga muncul di sini.

Sayangnya daripada MMORPG, SAO: Lost Song malah lebih terasa seperti game hunting atau Dynasty Warriors. Tidak ada manajemen aggro, juga tidak ada mobbing dan raid boss. Saat lawan bos monster pun maksimal hanya ada tiga orang yang bisa bertarung bersama. Sistem Switch muncul kembali tapi hanya sebagai jurus serangan biasa, hasilnya malah jadi aneh.

Saya agak cemas melihat video gameplay SAO: Hollow Realization karena pertarungannya berubah jadi full action. Tapi mengingat SAO: Hollow Realization dikembangkan oleh Aquria yang juga developer SAO: Hollow Fragment, saya masih optimis. Mereka pasti sudah tahu hal-hal apa yang perlu dipertahankan untuk membuat game bernuansa MMORPG.

Nuansa Survival Lebih Terasa

Poin ketiga sebenarnya agak curang karena SAO: Hollow Fragment dan SAO: Lost Song punya latar belakang yang beda. Cerita SAO: Hollow Fragment masih terjadi di game Sword Art Online, sementara SAO: Lost Song sudah pindah ke ALfheim Online. Dalam ALfheim Online tidak ada death game, jadi tentu nuansanya lebih santai.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah bahwa SAO: Hollow Fragment berhasil menyampaikan kesan survival dengan baik. Kita memang bisa bersenang-senang di kota, tapi begitu masuk ke dungeon maka suasana jadi cukup menegangkan. Kita bisa mati dengan mudah kalau salah langkah.

Persis seperti di anime Sword Art Online, party dalam SAO: Hollow Fragment hanya terdiri dari dua orang saja. Ini membuat kita harus menjelajah dengan hati-hati. Kalau kamu ceroboh di area yang musuhnya punya level tinggi, kamu bisa cepat dikeroyok kemudian mengalami nasib seperti Sachi.

Sistem AI dan Relasi Lebih Canggih

Salah satu hal yang saya keluhkan di review SAO: Lost Song adalah AI para karakternya begitu bodoh. Kita juga tidak bisa mengatur strategi para karakter AI, jadi mereka bertingkah seenaknya saja dalam pertarungan. Ini kemunduran besar dibandingkan sistem AI SAO: Hollow Fragment yang canggih.

Dalam SAO: Hollow Fragment, kita bisa menyuruh partner untuk fokus pada strategi tertentu antara Attack, Defense, atau Buff. Kita juga bisa memuji si partner apabila ia melakukan suatu aksi. Makin sering kita memuji, ia akan makin sering melakukan aksi tersebut.

Sistem ini membuat kita bisa “mengajari” para partner untuk bertarung secara efektif. Perintah manual juga tersedia, jadi karakter penyerang tetap bisa melakukan heal bila dibutuhkan. Setelah partnermu menguasai salah satu strategi, kamu bahkan bisa mendapatkan hadiah berupa kostum spesial!

Dunia Jauh Lebih Luas

Satu lagi hal yang merupakan kemunduran dalam SAO: Lost Song adalah dunianya tidak seluas SAO: Hollow Fragment. Tak hanya dari segi luas, dari variasi pun dunia SAO: Lost Song terasa agak monoton. Kemampuan terbang jadi terasa kurang maksimal akibat dunia yang sempit.

Hal serupa tidak akan kamu temui dalam SAO: Hollow Fragment. Mega dungeon Aincrad sejumlah 25 lantai ditambah dengan Hollow Area yang begitu besar akan menghabiskan puluhan hingga ratusan jam waktu bermainmu. Arc Sophia yang menjadi markas di SAO: Hollow Fragment pun lebih luas daripada kota Ryne di SAO: Lost Song.

Simulasi Pacaran

Saat fitur dating sim dalam SAO: Hollow Fragment diumumkan, fitur ini diterima dengan reaksi yang cukup beragam. Ada yang menyukainya, tapi ada juga yang merasa fitur ini cukup konyol. Apalagi kegiatan yang bisa dilakukan saat kencan mencakup tidur bersama dengan partner kencanmu.

Saya harus mengakui bahwa fitur kencan di SAO: Hollow Fragment kurang bagus. Tapi suka atau tidak, salah satu ciri khas Sword Art Online adalah relasi harem antara Kirito dengan gadis-gadis di sekitarnya. Harusnya fitur ini diperbaiki, bukannya malah dihilangkan di SAO: Lost Song. Mudah-mudahan di SAO: Hollow Realization fitur ini kembali dengan wujud yang lebih baik.

Fanservice Lebih Kreatif

Unsur terakhir ini adalah hal yang agak dilematis. Di satu sisi fanservice berlebihan bisa mengganggu, tapi saya sudah menerima bahwa seperti harem, fanservice adalah hal yang tak terpisahkan dari Sword Art Online. Jadi saya akan fokus memperhatikan kualitas penyajian fanservice di dalamnya saja.

Menurut saya penyajian fanservice dalam SAO: Lost Song terlalu klise. Kamu akan menemukan adegan-adegan yang sudah sangat sering muncul di cerita anime, seperti acara festival, adegan cosplay, adegan mandi, serta tentu saja … ehem, tentakel. Biasa-biasa saja, tidak ada yang berkesan.