Bubur Ayam Rush

Bubur Ayam Rush – Cooking Game

Gamesandroid.org – Di kota-kota besar seperti Jakarta, bubur ayam adalah salah satu makanan paling populer dan banyak yang menyukainya. Popularitasnya membuat banyak pedagang di seluruh kota memilih untuk menjual bubur ayam, baik di pagi hari, sore hari maupun malam hari, dan tentu saja dengan berbagai rasa khas yang akan tergantung pada daerah asalnya. Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana rasanya menjadi bubur yang tempatnya penuh dengan pengunjung? Nah, game Chicken Rush Porridge dari Milkish Game Studio ini telah mencoba menangkap esensi itu melalui gimnya.

Layaknya game rush lainnya, Bubur Ayam Rush sedikit mirip dengan Ramen Chain. Tugasmu adalah menyajikan berbagai bubur ayam dengan topping yang diinginkan pelanggan. Ada berbagai macam topping yang bisa disajikan, antara lain Ayam, Kerupuk hingga Cakwe.

Bubur Ayam Rush ini menghadirkan 200 level yang harus kalian selesaikan. Setiap levelnya memiliki target yang berbeda-berbeda, dan harus bisa diselesaikan agar dapat maju ke level berikutnya. Untuk melaju ke level berikutnya, kalian harus mendapatkan minimal satu bintang di level tersebut. Jadi, usahakanlah untuk mengerjakan target yang disediakan dengan secepat mungkin.

Baca juga : Warung Chain: Go Food Express

Aturan permainan Bubur Ayam Rush sangatlah sederhana. Kalian hanyalah harus menyediakan bubur secepat mungkin. Jangan sampai pelanggan menunggu terlalu lama, karena mereka akan marah dan pergi. Kalian dapat melihat meteran yang mengukur tingkat kesabaran pelanggan. Uang yang dibayarkan oleh pelanggan juga harus segera diambil. Kalau tidak segera diambil, maka kalian akan kehilangan uang tersebut. Selain itu, jika kalian salah memberikan bubur yang dipesan oleh pelanggan, kalian mesti membuangnya dan mengakibatkan uang kalian akan berkurang sesuai dengan nilai bubur yang salah tersebut. Pokoknya, rasanya seperti menjadi tukang bubur sungguhan.

Jika kalian berhasil melayani 10 pelanggan secara berturut-turut tanpa terjadi kesalahan, atau tanpa ada pelanggan yang kabur karena tidak terlayani, maka kalian akan mendapatkan combo 1.5 lipat selama 15 detik.

Milkish Game Studio membatasi gameplay dengan cara menyediakan energi yang digambarkan dalam bentuk mangkok. Kalian hanya dibekali dengan tiga buah mangkok. Dan setelah mangkoknya habis, maka kalian harus menunggu sampai mangkok-mangkok itu sudah terisi kembali. Kalian bisa mendapatkan mangkok dengan cara lainnya, yaitu dengan menonton video lalu memainkan mini game berupa Bonus Spin.

Dalam Bonus Spin ini, hadiah yang mungkin kalian dapatkan adalah mangkok, koin, Diamond, dan bahkan kalian bisa saja mendapatkan tanda silang, yang berarti kalian tidak mendapatkan apa-apa.

Bubur Ayam Rush merupakan sebuah permainan meracik dan menyajikan makanan kepada pelanggan. Secara keseluruhan, permainan ini termasuk dalam kategori permainan kasual yang tidak melibatkan proses memutar otak. Kalian hanya membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam melayani pelanggan, sehingga uang yang dikumpulkan semakin banyak. Dan ujung-ujungnya, kalian bisa membeli upgrade-upgrade yang disediakan agar permainan dapat berjalan dengan semakin mudah.

Go Food Express

Warung Chain: Go Food Express

Gamesandroid.org – Sahabat games android kali ini game yang akan kita review go food express game ini mirip dengan  game Cooking Dash namun tetap ada perbedaannya ya sahabat games android namun game ini ciptaan karya anak sendiri lo, Ya ini ciptaan anak Indonesia yang berbakat jadi pastinya game ini seru karena karya anak bangsa sendiri yang harus kita sendiri yang cinta ya sahabat games android. Mari baca Review tentang games Warung Chain: Go Food Express dibawah ini.

Warung Chain: Go Food Express

Warung Chain merupakan spin-off dari serial game Ramen Chain yang dirilis oleh Touchten. Sekadar informasi bagi kamu yang belum tahu. Tahun lalu Touchten juga telah merilis Ramen Celebrity yang bisa dibilang merupakan sekuel Ramen Chain namun hadir di bawah naungan situs komedi terbesar di dunia yaitu 9GAG.

Pada dasarnya Warung Chain adalah game time management yang permainannya kurang lebih hampir sama dengan Ramen Chain. Layaknya game time management pada umumnya, di sini pemain diajak untuk merangkai kombinasi makanan yang tepat dalam waktu yang sangat terbatas.
Untuk skema kontrolnya sendiri, saya yakin kamu yang pernah bermain game kasual seperti Kitchen Story, Ramen Chain, dan lainnya tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalani permainan Warung Chain. Begitu pelanggan datang, kamu harus tap sesuai aneka ragam lauk, sayur, dan nasi yang tersedia sesuai dengan pesanan mereka.

Seandainya kamu salah dalam mengatur lauk yang ada di piring pesanan mereka, maka mau tak mau kamu harus mengulang pengaturan piringmu dengan jalan membuang lauk dan nasi yang ada di atasnya. Hmm … mubazir juga, batin saya.

Baca juga : Ocean King : Fishing Arcade

Ragam karakter dan variasi kuliner yang penting untuk menghilangkan kejenuhan

Sebagai pengelola warung, tugasmu satu-satunya adalah memenuhi aneka ragam permintaan masakan pelanggan yang sedang singgah ke dalam warung kamu.

Berhubung warung sering menjadi rujukan tempat makan dengan harga yang bersahabat bagi semua kalangan, otomatis akan ada banyak sekali jenis pengunjung yang mampir ke warung kamu, mulai dari pak polisi, wanita kantoran, kernet bus, siswa sekolah, bahkan hingga jagoan romawi kuno dari game Brave Warriors juga ikut-ikutan memesan makanan di tempatmu.
Kehadiran variasi karakter pembeli tadi tidak hanya menjadi pemanis belaka. Beberapa di antara mereka ada juga yang memiliki perilaku khusus seperti durasi memikirkan masakan lama yang memaksa kamu untuk memprioritaskan pembeli lainnya.

Selain itu terdapat juga tipe pelanggan lainnya yang saya rasa memiliki durasi permintaan paling cepat, sehingga kamu perlu mengutamakan layananmu kepadanya, demi pencapaian skor bintang sempurna.

Agar kamu tidak jenuh dengan tema “merangkai” masakan yang itu-itu saja, kali ini Touchten menghadirkan variasi masakan baru yang akan terbuka bila kamu berhasil menyelesaikan level yang diminta.

Yep, Tak hanya sekadar aksi menyajikan masakan khas warteg saja, di beberapa level game ini kamu juga diajak untuk menyediakan variasi makanan lainnya seperti Martabak Bandung dan bakso Malang.

Berhubung saya berdomisili di Malang, disertakannya masakan khas kota ini di Warung Chain memberikan kesan sentimental yang menyenangkan karena baru pertama kalinya saya melihat ada bakso kota saya muncul dalam sebuah game.

Keberadaan variasi makanan yang disesuaikan ciri khas wilayah di Indonesia ini jelas bisa menjadi potensi menarik yang bisa dimanfaatkan Touchten untuk update Warung Chain ke depannya nanti.

Bayangkan saja bila di kemudian hari, Touchten merilis update level baru di mana ciri khas masakan kota lainnya diangkat sebagai jenis makanan warung kamu berikutnya. Menyertakan masakan Minang untuk kota Padang atau Lontong Balap dan Lontong Kupang untuk wilayah Surabaya di update berikutnya mungkin. Apapun itu, yang jelas keberadaan variasi masakan lainnya cukuplah diperlukan untuk Warung Chain.

Presentasi jempolan dari Touchten

Masih melanjutkan predikat yang diraih game Ramen Chain sebelumnya, Warung Chain masih termasuk sebagai game time management dengan presentasi terbaik di platform mobile. Melalui penggunaan aset grafis 2D yang diusung oleh Touchten, Warung Chain mempunyai kualitas visual menarik dan rapi yang membuat game ini tak kalah unggul dibandingkan game sejenis buatan luar negeri.
Untuk presentasi di bagian suara, apa yang ditampilkan Warung Chain sendiri juga terbilang bagus berkat reaksi pelanggan yang begitu kental dengan nuansa Indonesianya, lengkap dengan logat dan aksen obrolan yang familier oleh telinga kita. Meskipun bagian musiknya sendiri terkadang terkesan repetitif, namun hal tersebut tidak akan mengurangi keseluruhan kesan yang dirasakan pemain.

Monetisasi tipikal game freemium penuh iklan di mana-mana

Sebelum berbicara mengenai IAP, saya perlu menyoroti perbedaan antara Warung Chain dengan game sebelumnya Ramen Chain, terutama dalam hal monetisasi. Sebagai game freemium, Touchten menerapkan model monetisasi merepotkan, di mana pemain diwajibkan untuk mengunduh app tertentu guna mengakses level Weekly Challenge di menu utama.

Sebagai penikmat game yang tak suka diganggu iklan intrusif, hal ini jelas menjadi masalah bagi saya karena app yang ditawarkan sendiri terkesan dipaksakan kepada pemain hanya agar mereka bisa mengakses mode baru yang disediakan.

Dalam mode Weekly Chalenge tadi para pemain bisa mendapatkan poin Kadosaku yang menjadi salah satu “nilai jual” dalam game ini. Bagi kamu yang tidak tahu apa itu Kadosaku, fitur ini adalah semacam sistem penukaran poin berhadiah yang menggoda para pemainnya dengan aneka reward menarik mulai dari pulsa, voucer belanja, dan lain-lain.

Jadi, bila kamu tergolong sebagai gamer pemburu hadiah, mau tak mau kamu harus mengikuti langkah yang telah dijelaskan tadi.
Masih dalam hal monetisasi, Touchten kali ini mengganti fitur upgrade warung yang sebelumnya ada dalam Ramen Chain, dan mengubahnya dengan sistem unlock level menggunakan koin yang pemain peroleh dari penyelesaian level.

Jumlah perolehan koin sendiri akan dilipat gandakan jika kamu bersedia menonton video iklan yang diselipkan Touchten di setiap akhir level. Dengan metode yang sama pula, kamu juga bisa menggandakan log in reward dua kali lipat seandainya bersedia menonton video iklan lainnya.

Cukup banyak sekali model penerapan iklan yang disertakan ke dalam game Warung Chain, mulai dari video ads, pemasangan app yang intrusif, hingga tutupan banner iklan pada bagian bawah layar permainan. Masalahnya adalah, Touchten tidak memberikan solusi untuk menghilangkan iklan-iklan tersebut meskipun kita sudah membeli IAP emas yang disediakan.

Hal ini membuat kita mau tak mau perlu membiasakan diri (dan juga memaklumi) betapa agresifnya monetisasi ads yang terdapat dalam Warung Chain. Toh, Warung Chain sendiri bisa kamu unduh dan mainkan secara gratis tanpa perlu membayar IAP sepeser pun.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Warung Chain merupakan sebuah game time management apik yang begitu menghibur dan cocok dimainkan para penggemar game game kasual di luar sana. Lewat game ini, Touchten bisa dibilang telah berhasil menyajikan sebuah game time management yang cukup solid, baik dari segi presentasi dan juga gameplay.

Walapun kita menjumpai banyak sekali tawaran video iklan, mulai dari yang sifatnya komplementer hingga instalasi app yang masuk dalam taraf mengganggu, Warung Chain merupakan salah satu game lokal yang keberadaannya patut kita perhitungkan di bulan Mei.

Sebagai penutup, ijinkan saya undur diri dulu untuk melanjutkan karir saya sebagai pedagang warung bakso Malang terenak se-Malang raya. Selamat bermain.